Ke Subang adalah menyenangkan. Ke Subang adalah tujuanku kali ini.
Tahu lembang adalah sarapan yang akan baik untuk hari ini.
Kalau ke Lembang sekarang ini, akan lebih baik jika lewat jalan lain saja. kalau lewat Setiabudi, pertama takut macet, kedua takut ditilang pulisi. Maklum knalpotku pernah ditilang sekali, jadi weh gak mau kedua kalinya.
Jalan yang kususuri adalah lewat Turangga, Martanegara, belok kanan ke arah Laswi. Agak memutar memang, sebab tadinya mau cari bubur dulu di Turangga tapi gak ada.
Lanjut ke Jalan Riau, belok ke Mesjid Al-Istiqomah, terus saja menyusuri belakang Gedung Sate menuju Gasibu dan lalu belok kiri lewat jalan Dago.
Dari simpang Dago, lurus terus ke atas menuju terminal Dago lalu belok kiri ke bawah ke perumahan Ir. Ciputra di perbukitan Punclut yang sebenarnya itu adalah kontroversial sebab kawasan Punclut itu sebenarnya terlarang untuk di bangun terkait peraturan tentang KBU.
Lalu naik terus hingga ke persimpangan jalan Punclut dan naiiiiik saja ke atas hingga masuk ke wilayah Lembang. Itu adalah jalan Cijeruk kalau gak salah baca. Lalu dijalan inilah ada penjual tahu Tauhid Lembang. Tahu yang terbuat dari kedelai dan campur susu Lembang, katanya sih.

