Tampilkan postingan dengan label budaya lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya lokal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2020

Galau Karena Alam Semakin Gersang

DUNIA DI MASA LALU

Berbicara Tentang Dunia Lama.

Sungai disini itu dulunya cukup banyak airnya, seperti sebagaimana seharusnya sebuah sungai saja. Banyak airnya, banyak juga ikan-ikan kecilnya, kerang-kerangan, tutut, lele liar, bogo, hurang, beunteur, keuyeup, dll. dan sehingga itu membuat suasananya menyenangkan dan terasa indah permai. Ditambah lagi dengan suasana perkampungan di masa lalu, cara bertani yang sangat tradisionil, bajak sapi, kerbau, itik, burung-burung riang gembira lalu lalang beterbangan diantara pepohonan, sawah-sawah dan perkampungan.

Pulang Kampung

PULKAM (Pulang Kampung)


Kembali ke Bandung adalah satu perjuangan juga. Setelah seharian berlibur di kampung halaman adalah seperti refresh kembali.

Pulang dan Lalu kembali Ke Bandung

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT atas semua kebaikan, pengampunan, pema'afan dan segala penjagaan, karunia, nikmat makanan, minuman, udara segar dll.

Perkampungan yang Alami

Ngaprak Lembur Kaler

Pulang ke kampung adalah satu kehormatan tersendiri, satu kebahagiaan tersendiri. Itu adalah berat tetapi jika bisa melakukannya maka itu akan menjadi "prestasi" tersendiri.

Bahagia yang sangat besar bisa menemui orang tua disana, bertemu saudara dan para tetangga se kampung, se desa dan se wilayah atau se kabupaten misalnya.

Fajar Di Kampung

Fajar Di Kampung


Fajar di kampungku tak kusangka begitu indah.
Lembayung yg merah di sapu warna kuning yang merona.
(Hari terlihat sempurna)

Gunung besar itu melihatku dari sana dari balik bukit-bukit yang hitam.
Membangunkan hari yang enggan beranjak dari subuh.
Pancaran hari sudah terlukis di sepetak sawah di didepan mata. Mengajarkanku tentang sebuah lukisan nan permai.

Bangbayang yang Mempesona

Puncak Bangbayang


Kamu pikir kamu tau segala...?. Kamu pikir kamu segala tau...?.
Tidak. Sekali kali tidak. Bahkan kamu hanya tau sedikit. Bahkan kamu hanya tau secuil.
Contohnya kampung Sadarayna. Bahkan suatu perkampungan yang hanya dibatasi satu desa dari kampungmu ini. Kamu tak mengetahuinya.

Itulah sebaris perjalananku kali ini. Menyusuri kampung terakhir disini.

Urang Garut vs Bagong 2

Urang Garut vs Bagong
Bagian kedua.

Oh ya, kita lanjutkan ya..?..

Ketika detik-detik si babi itu hendak menyeruduk kita, ingat momen yang sepersekian detik itu berlangsung dalam kecepatan tinggi loh. Jadi harus tepat waktu dan sigap.

Kamu lompat ke arah kiri atau kanan sambil menjatuhkan diri, terbang melayang. tergantung golok ada ditangan mana.
Prak,,,kamu tebaskan goloknya ke arah urat nadi yang ada di kaki belakang. Tapi jangan sembarang kaki. Harus kaki yang terdekat sebab si babi akan terkapar ke arah di kaki mana yang kita tebas yang mana itu memungkinkan bisa mendekat ke arah kita atau menjauh. Tentu si babi akan meronta sambil “gudal gadil” dan itu bisa mengenai ke kita.
Begitulah tekniknya. Kalau kurang jelas....boleh kita janjian dimana...he he..

Wassalam.
Daaaaaaah.....

Urang Garut vs Bagong 1

URANG GARUT VS BAGONG

Bagong adalah babi hutan yang merupakan musuh para petani, babi hutan yang suka merusak hasil tanaman sehingga petani menyebutnya sebagai hama.

Dan parahnya, babi ini cepat sekali beranak pinaknya. Dalam satu keluarga bisa mencapai puluhan ekor. Sehingga keberadaan gerombolan babi ini jelas membuat masalah tersendiri untuk kalangan petani. Ngariweuhkeun.