Matematika Agama
Tentu saja ibadah bukanlah matematika, tetapi nyatanya sebenarnya,
dalam ibadah juga tidak terlepas dengan ilmu matematika. Kita belajar tentang
pembagian waris, kita belajar tentang ukuran nisab dan perhitungan zakat maal,
zakat emas dll. Kita juga belajar tentang hitungan pahala sholat berjamaah yang
27 kali lipat dibandingkan sholat munfaridl. Hitungan rakaat dalam sholat juga,
itu adalah matematika. Tingkatan surga dan neraka juga adalah matematika.
Setiap yang memerlukan perhitungan maka dia memerlukan ilmu matematika. Apalagi
kalau sudah membahas ilmu falak yang menghitung waktu sholat, menghitung pergantian
bulan dst.
Jadi jelas sekarang bahwa ternyata ibadah itu juga
membutuhkan logika perhitungan matematika.
Berdasarkan kepada pemahaman yang demikian maka kita akan
melihat peran matematika dalam memahami ibadah secara lebih seksama. Mari kita
lihat contoh sebagai berikut:

